Minggu, 22 November 2009

TANGISAN RIMBA

TANGISAN RIMBA

Raung buldoser gemuruh pohon tumbang berpadu dengan jerit isi rimba raya,tawa kelakar badut-badut serakah, tanpa hph berbuat semaunya.

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka, lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu,, oh mengapa????

Dari syair lagu tersebut masi terlihat jelas kebodohan orang-orang Indonesia yang mencari uang dengan menebang hutan secara liar. Mereka melakukan penebangan secara liar hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi bila kegiatan mereka lakukan itu berlangsung terus menerus.

Hal ini sudah terjadi berulang-ulang, meskipun tanpa ijin dari pemerintah setempat mereka terus melakukan dan membabat habis hutan-hutn yang ada untuk mengambil kayu-kayu yang lumayan harganya jika mereka jual. Meskipun mereka tau akibat dari penebangan it akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang.

Bahkan sekarang tidak hanya warga sipil saja yang melakukan kegiatan ini, banyak aparat terkait atau para pejabat pun ikut membabat habis hutan yang masi ada hanya demi beberapa lembar uang.

Sulit memang untuk menghentikan kegiatan ini, dikarenakan banyak pejabat-pejabat yang ikut andil dalam kegiatan ini, warga sipil hanya bisa mengelus dada dan gelengkan kepala atas kebodohan dan ketamakan orang-orang yang menghancurkan ibu pertiwi ini.

Sudah banyak janji-janji yang di tawarkan oleh pemerintah untuk kembali melestarikan dan menanami kembali hutan-hutan yang gundul, tetapi itu hanya janji. Masi banyak hutan yang terlahat hancur,gundul dan mengiris hati jika kita lihat dengan mata.

Jelas kami kecewa, menatap rimba yang dulu perkasa, kini tinggal cerita!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar