Kamis, 14 Oktober 2010

Tugas Manajer Pemasaran

Tugas Manajer Pemasaran

A. Pengambilan semua keputusan dalam pemasaran meliputi :
- mendefinisikan masalah, harus mengetahui dulu masalahnya dan mampu untuk mengindetifikasikan masalah.
- merumuskan berbagai alternatif, menentukan berbagai cara alternatif penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi.
- menganalisa alternatif, menilai alternatif yang dikumpulkan. Dengan suatu analisa maka manajer diarahkan untuk mengambil kesimpulan yang disertai dengan pernyataan untuk menentukan kebaikan dan keburukannya.
- mengambil resiko penyelesaian dan menyarankan suatu rencana tindakan, meskipun kenyataan, kesempatan dan resiko yang dihadapi sama.

B. Pengambilan Keputusan dengan Marketing Mix meliputi:
harga, promosi dan distribusi
umumnya bahwa semakin besar usaha-usaha yg dikeluarkan dalam marketing mix, akan semakin besar pula penjualannya. tetapi ada batasan atau sesuai dengan porsinya.

C. Model Pengambilan Keputusan meliputi :
- Analisa Pasar
- Memonitor Lingkungan seperti demografi, kondisi prekonomian, sosial dan kebudayaan, politik dan hukum, teknologi dan persaingan
- Menentukan tujuan produk seperti pengembangan investasi, laba dan market share atau volume penjualan.
- Menentukan marketing mix

D. Manajer Pemasaran sebagai proses penjualan produk
- mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen
- mengembangkan konsep produk
- menguji berlakunya konsep produk
- membuat design produk
- mengembangkan pembukusan dan merk
- menetapkan harga
- mengatur distribusi
- menciptakan komunikasi pemasaran yg efektif
- memeriksa penjualan
- memperhatikan kepuasan konsumen
- memperbaiki dan mengembangkan rencana pemasaran

E. Tanggung Jawab Manajer Pemasaran
- Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran
- Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi
- Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan
- Manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan dibagian pemasaran
- Manajer pemasaran membuat laporan pemasaran kepada direksi

Pekerjaan Manajer Pemasaran


- Keputusan tentang posisi persaingan produk perusahaan dan pelayanan yang tepat - siapa untuk melayani dalam pilihan pasar dan apa hasilnya – atau berkas-berkas keuntungan - mungkin usulan pelaggan.
- Keputusan tentang produk atau pilihan pelayanan – tepatnya apa sumbangan dengan tanda-tanda dan karakter yang akan membawa perusahaan ke pasaran.
Keputusan tentang kebijakan harga – tepatnya harga yang akan dibayar dari sumbanagn perusahaan pada level lain dalam sistem bisnis sampai konsumsi akhir.
Keputusan tentang kebijakan komunikasi – tepatnya informasi apa yang akan disediakan pasar bagi perusahaan dan sumbangan bagi pelanggang potensial, perubahan dan anggota sistem bisnis yang pantas diberitahukan dan pendekatan melaksanakan bisnis dengan perusahaan.
- Keputusan tentang kebijakan distribusi – tepatnya bagaimana produk perusahaan atau pelayanan sampai ke pemakai akhir, menyediakan pilihan dan komitmen memer lain dari sistem bisnis, siapa yang menanggulangi produk atau rencana layanan dan implementasi sistem logistik secara fisik (truk, dll), elektronika dan lainnya, menggerakan sumbangan perusahaan dimana mereka inginkan.
Pelaksanaan strategi melibatkan tindakan keputusan dalam bentuk pengembangan program, rencana tindakan, budget tahunan dan desain penampilan sistem manajemen dan kriteria. Ini memungkinkan pelaksanan keputusan dan konsekuensi mereka menjadi dimonitor, koreksi tindakan yang menempatkan dimana keperluan dan memastikan belajar secara efektif pada tempatnya.
Pekerjaan manajer pemasaran dalam kontek proses pengembangan produk baru. Catatan perusahaan yang bagus dan pelayanan adalah perkembangan secara menetap. Manajer pemasaran harus memiliki pemahaman penuh mengenai hubungan timbal balik pemasaran dan desain, apresisasi tugas desain kelas satu dalam strategi superior.

Selasa, 28 September 2010

KOPERASI DI INDONESIA

KOPERASI DI INDONESIA
Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dikatakan bahwa KOPERASI adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Sementara itu dalam Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (sebelum diamandemen) kata KOPERASI ini disebut dan dicantumkan dalam penjelasan pasal 33. Namun setelah amandemen, penjelasan atas pasal-pasal dari UUD 1945 dimasukkan dalam batang tubuh. Entah sengaja atau karena khilaf, ternyata kata KOPERASI ini tidak ikut masuk. Alias ketinggalan atau malah ditinggalkan?
Nampaknya para penyusun UU No. 22 Tahun 1992 itu (Presiden dan DPR) sudah lupa bahwa para founding father kita bercita-cita untuk menjadikan KOPERASI sebagai sokoguru perekonomian Indonesia. KOPERASI dianggap sebagai badan usaha yang terlalu banyak merepoti pemerintah. Karena banyak kredit program yang diterima KOPERASI (utamanya KUD) raib diselewengkan pengelolanya.
Namun kenyataan di lapangan, berbicara lain. Saat Indonesia mengalami krisis berkepanjangan, justru eksistensi KOPERASI nampak nyata. Saat hampir semua bank-bank besar macam BCA, Bank Lippo (bank swasta) , maupun bank pemerintah: Bank Bumi Daya, Bank Bapindo dan Bank Dagang Negara (yang kemudian ketiga bank terakhir dilebur menjadi Bank Mandiri) dan banyak bank lain pada colaps, KOPERASI masih bisa menjadi tumpuan anggota dan masyarakatnya dalam hal melayani keperluan modal.
Tak bisa dibayangkan, manakala saat itu, selain bank, KOPERASI juga ikut colaps, pasti akan semakin banyak jumlah angkatan kerja yang mengalami PHK.
Meskipun demikian, sampai sekarang, di mata perbankan, posisi tawar KOPERASI masih dipandang sebelah mata. Untuk bisa memperoleh kredit, di banyak bank, perlu KOPERASI melengkapi banyak persyaratan yang sering merepotkan. Memang banyak KOPERASI yang nakal. Tapi masih lebih banyak KOPERASI yang baik.
KOPERASI dan koperasi, dalam praktek, ada bedanya. KOPERASI (yang sejati) dibentuk dari, oleh dan untuk memenuhi kebutuhan anggota. Sementara koperasi dibentuk seorang seorang pemodal yang ingin memutar uangnya di koperasi. Hal ini dimungkinkan, karena untuk membentuk koperasi, pasca reformasi, sangatlah mudah.
Dulu, badan hukum KOPERASI harus disahkan oleh Kantor Wilayah Koperasi Propinsi Jawa Timur, selaku wakil dari Pemerintah. Sekarang, cukup disahkan oleh Dinas Koperasi Kabupaten/Kota saja.
Sejatinya KOPERASI dibentuk demi untuk kesejahteraan anggotanya. Sementara koperasi dibentuk demi keuntungan pemodal semata. Ibaratnya PT berbaju koperasi. Bahkan, tak jarang, mereka (para pemodal) itu rela membeli badan hukum KOPERASI yang sudah tidak aktif lagi dengan nilai tak kurang dari puluhan juta rupiah.
Jadi, ketika UUD 1945 sudah menganggap tidak perlu untuk mencantumkan lagi kata KOPERASI, ketika perbankan masih memandang KOPERASI dengan sebelah mata, ketika banyak PT yang beroperasi dengan kedok koperasi, MASIHKAH KOPERASI DIANGGAP SEBAGAI SOKOGURU PEREKONOMIAN INDONESIA?

Selasa, 08 Juni 2010

LOVE AIN'T LIKE THAT

You can't buy it at the store
Try it on for size
Then bring it back if it don't feel right
No love, love ain't like that

You can't trade it in
Like an automobile
That's got too many miles an' rust on it�s wheels
No love, love ain't like that

Love ain't that easy to define
You can't build it by design
It takes its own sweet time
It don't fall from the sky
Like a tiny drop of rain
That hits you right between the eyes one day
No love, love ain't like that

You can't put your money down
An' just roll the dice
Think you're gonna win it all some night
No love, love ain't like that
Love, no love, love, love ain't like that
Can't trade it in like an automobile
Too many miles and rust on the wheels
No love, no love no, it ain't like that

YOU LIGHT UP MY LIFE

So many nights I sit by my window
Waiting for someone to sing me his song
So many dreams I kept deep inside me
Alone in the dark but now
You've come along
You light up my life
You give me hope
To carry on
You light up my days
and fill my nights with song
Rollin' at sea, adrift on the water
Could it be finally I'm turning for home?
Finally, a chance to say hey,
I love You
Never again to be all alone
It can't be wrong
When it feels so right
'Cause You
You light up my life

"Because You Loved Me"

you were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me

Senin, 19 April 2010

My lovely home

My lovely home

My house in only five-minute-walk from campus. It is not very big, but very cozy and quiet. This is the place where we can relax and find our own space. In our home, we really enjoy our relaxing time the pressure of campus and work.
It has a nice and warm living room. There is a beautiful painting of scenery hanging on the wall. My father is a keen gardener. He puts some pots of indoor plants near the doctor. In a low cabinet, you will see the trophies, picture of my family, small toys, and some books.
I am lucky to have a room to my self. I paint the wall olive the green, its my favorite color. There is a desk. I do my home work there. I also put a portable radio tape there.
The kitchen is my mother domain. My mother keeps it clean all day. There is a blue wall cabinet in it. It matches with its gray wall tiles.
However, only few will give my home a second glance. Still we are very proud of it. It many not be a perfect one. But all the same, its home sweet home.

Minggu, 18 April 2010

DESA HARUS JADI KEKUATAAN EKONOMI

DESA HARUS JADI KEKUATAAN EKONOMI

Dari tahun ke tahun banyak sekali warga desa yang hijrah ke kota untuk mencari peruntungan yang lebih layak, bukan Cuma orang dewasa yang mencoba peruntungan ini, tapi juga anak di bawah umur ikut-ikutan mengadu nasib di kota kota besar. Sungguh sangat memprihatinkan melihat ini semua, karena desa yang dulunya sebagai bagian sentral dalam perekonomian Negara sudah mulai banyak di tinggalkan dan mulai mencariperuntungan baru.

Desa harus jadi kekuatan ekonomi ,agar warganya tak hijrah ke kota, sepinya desa adalah modal utama untuk bekerja dan mengembangkan diri. Walau lahan sudahmenjadi milik kota, bukan berarti desa lemah tak berdaya . desa adalah kekuatan sejati, Negara harus berpihak pada para petani.

Entah bagaimana caranya desa adalah masa depan kita,keyakinan ini datang begitu saja, karena aku tak mau celaka,desa adalah kenyataan, kota adalah pertumbuhan,desa dan kota tidak terpisahkan,tapi desa harus di utamakan.

Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung, masa panen masa berpesta . itulah harapan kita semua.Tapi tengkulak-tengkulak bergentayangan , tapi lintah daratpun bergentayangan, untuk apa punya pemerintah,kalau hiddup terus-terusan susah.