Minggu, 22 November 2009

DUNIA BARU

DUNIA BARU

Pencarian jati diri terjadi pada masa-masa SMA, di masa itu kita pasti mencoba segala sesuatu yang bahkan masi kita anggap tabu, tapi kita berani malakukannya dengan resiko apapun yang terjadi. Terkadang kita sadar dengan apa yang kita lakukan akan dapat menimbulkan dampak yang negative tapi biasanya kita tiadk akan pikir panjang atas hasil yang kita perbuat itu, bahkan mengacuhkannya begitu saja.

Semua orang pasti akan mengalami masa-masa ini, dan bisa di katakana masa-masa ini adalah masa yang paling indah. Masa dimana kita mulai mengenal dunia luar, masa dimana kita mengenal dunia orang dewasa,masa dimana kita belajar bertanggung jawab, dan masa dimana kita bias memutuskan apa yang kita inginkan.

Namun, tidak semua masa-masa ini berjalan dengan apa yang kita inginkan, terkadang apa yang kita lakukan dapat merugikan bahkan menyakitkan kita sendiri, bahkan mungkin rasa sakit itu dapat bisa kita lupakan seumur hidup kita.

Dari masalah-masalah yang kita dapatkan itulah yang membuat diri kita dapat berfikir secara dewasa. Biasa belajar dari kesalahan, biasa berani bertanggung jawab,dan bisa menilai baik atau buruk sesuatu yang kita kerjakan itu.

Dari semua yang kita kerjakan, akan membentuk pribadi yang lebih matang untuk menjalankan kehidupan yang baru, yaitu pada saat kita memasuki masa-masa kuliah sebagai mahasiswa yang lebih memiliki pemikiran panjang dan menjalankan segala sesuatunya dengan penuh tanggung jawab.

TANGISAN RIMBA

TANGISAN RIMBA

Raung buldoser gemuruh pohon tumbang berpadu dengan jerit isi rimba raya,tawa kelakar badut-badut serakah, tanpa hph berbuat semaunya.

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka, lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu,, oh mengapa????

Dari syair lagu tersebut masi terlihat jelas kebodohan orang-orang Indonesia yang mencari uang dengan menebang hutan secara liar. Mereka melakukan penebangan secara liar hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi bila kegiatan mereka lakukan itu berlangsung terus menerus.

Hal ini sudah terjadi berulang-ulang, meskipun tanpa ijin dari pemerintah setempat mereka terus melakukan dan membabat habis hutan-hutn yang ada untuk mengambil kayu-kayu yang lumayan harganya jika mereka jual. Meskipun mereka tau akibat dari penebangan it akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang.

Bahkan sekarang tidak hanya warga sipil saja yang melakukan kegiatan ini, banyak aparat terkait atau para pejabat pun ikut membabat habis hutan yang masi ada hanya demi beberapa lembar uang.

Sulit memang untuk menghentikan kegiatan ini, dikarenakan banyak pejabat-pejabat yang ikut andil dalam kegiatan ini, warga sipil hanya bisa mengelus dada dan gelengkan kepala atas kebodohan dan ketamakan orang-orang yang menghancurkan ibu pertiwi ini.

Sudah banyak janji-janji yang di tawarkan oleh pemerintah untuk kembali melestarikan dan menanami kembali hutan-hutan yang gundul, tetapi itu hanya janji. Masi banyak hutan yang terlahat hancur,gundul dan mengiris hati jika kita lihat dengan mata.

Jelas kami kecewa, menatap rimba yang dulu perkasa, kini tinggal cerita!

SEMARAK IDUL ADHA

SEMARAK IDUL ADHA

Hari raya idul adha masi beberapa hari lagi, tetapi semarak kedatangan hari itu sudah mulai terasa. Sudah banyak para penjual hewan kurban seperti kambing,sapi,dan kerbau berjamur dimana-mana untuk mencari peruntungan dengan menjual hewan yang di wajibkan di kurbankan oleh umat muslim itu.

Setiap tahunnya umat muslim merayakan hari besar ini dengan gembira, karena bukan orang berada saja yang bisa merayakan hari raya ini, orang yang kurang mampupun sangat antusias akan kedatangan hari besar ini. Dengan adanya hari ini, semua umat muslim dapat berbagi kebahagian. Mungkin saja orang yang kurang mampu jarang sekali memakan daging yang harganya cukup mahal,di hari itu kita semua dapat mersakannya.

Di masa yang serba sulit sekarang ini,masi banyak orang yang masi diberi kemampuan atau kesempatan untuk berkurban, karena ALLAH berjanji tidak akan membuat orang jatuh miskin karena berkurban pada saat hari raya idul adha,tetapi akan memberikan rizki yang lebih dari pada sebelumnya. Karena dengan berkurban kita bisa membantu orang yang kekurangan dengan memberikan daging kurban yang kita kurbankan itu.

Banyak sekali manfaat kita berkurban, bukan hanya kita bisa membantu para penjual hewan kurban untuk mendapatkan keuntungan, tapi kita juga bisa membantu orang-orang yang jarang merasakan nikmatnya memakan sebuah daging.

Di hari itu kita berbaur,bersatu padu untuk menyembelih hewan kurban . Tak ada jarak dan perbedaan di antara si miskin dan sikaya. Itulah banyaknya hikmah baik yang bisa kita ambil dari hari raya ini.

Minggu, 18 Oktober 2009

KEBUDAYAAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI

KEBUDAYAAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI

Hari raya Idul Fitri di kampung saya diisi dengan beraneka ragam kegiatan. Kegiatan pada hari raya itu biasanya dimulai sehari sebelum hari raya Idul fitri tiba. Di hari itu orang-orang sudah sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut hari suci itu.

Di hari itu banyak tempat-tempat perbelanjaan di serbu oleh masyarakat, misalnya pasar tradisional maupun pasar swalayan. Tetapi banyak orang lebih memilih pasar tradisional untuk membeli barang-barang, karena disamping harga di pasar trdisional lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah kebawah juga menyediakan barang-barang yang tidak di temuai di pasar swalayan, Seperti ketupat dan lain-lain.

Di malam harinya atau biasa di sebut malam takbiran, di mesjid terbesar di kota saya tiap tahunnya di adakan lomba Bedug Akbar yang di selenggarakan oleh bapak walikota cilegon. Walaupun hadiahnya tidak seberapa, Lomba tersebut diikuti banyak peserta. Karna, setiap taun acara ini di tunggu-tunggu oleh masyarakat kota cilegon, dan masyarakat sangat antusias atas acara ini. Sehingga acara ini dapat di selenggarakan setiap tahunnya.

Meriah malam takbiran itu bukan hanya terjadi di pusat kota cilegon saja, di kampung saya setiap malam takbiran biasanya diisi dengan menabuh bedug yang di arak memakai gerobak keliling kampung, dan dari mushola di kumandangkan Takbir. Anak-anak, orang dewasa, dan orang tua kumpul berbaur di mushola. Kemeriahan itu berlangsung hingga tengah malam.

Semarak kemeriahan menyambut hari besar Idul Fitri tidak selesai sampai di disitu, Pagi harinya orang-orang pergi menuju masjid untuk menunaikan ibadah Solat IED. Setelah solat IED selesai warga di kampung ku keliling dari rumah ke rumah untuk bersilaturahmi dan bersalam-salaman.

Adapun tradisi di keluarga besar saya, setelah shalat Ied dan bersilaturahmi dengan para tetangga, kita berkumpul di rumah salah satu saudara yang dianggap paling tua. Di situ kita berkumpul dan bersalam-salaman. Sampai akhirnya kita merencanakan untuk berlibur, karea libur lebaran masih cukup panjang. Waktu pun terus berjalan menutup hari yang sangat indah itu, dan kita pun kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan hari baru di keesokan harinya.

Mungkin semarak meriahnya hari raya Idul fitri di kampung halaman saya berbeda dengan tempat-tempat lain. Saya hanya berharap, kebudayaan ini bias terus dapat dirasakan di tahun-tahun mendatang,sampai anak cucu kita nanti dapat merasakannya juga. AMIN.

Sekian.